BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Umum
Program simulasi cell breathing CDMA ini terdiri dari program utama dan program pelengkap. Program utama terdiri dari :
Sedangkan program pelengkapnya terdiri dari :
Program simulasi ini dijalankan dengan Window 95 atau versi yang lebih baru. Program ini memakai tanda koma sebagai pemisah desimal pada masukan program.
4.2 Program Utama
4.2.1 Simulasi 7 Sel
Dalam program Simulasi 7 Sel ini, diamati perubahan–perubahan yang terjadi pada 7 sel tersebut bila user bertambah secara acak. Hal–hal yang diamati adalah:
Tujuan dari cell breathing itu sendiri adalah untuk mengoptimalkan kapasitas sel CDMA secara keseluruhan apabila optimasi kapasitas sel tunggal sudah maksimal. Wujud pelaksanaan cell breating ini adalah dengan pengaturan sinyal pilot Base Station.
Sesuai dengan mekanisme handoff yang berlaku pada sistim seluler CDMA, Mobile Unit akan membandingkan dan memilih sinyal pilot terkuat yang diterimanya. Apabila Mobile Unit terletak pada perbatasan sel maka Mobile Unit akan memilih satu dari beberapa sinyal pilot yang diterimanya dan mengadakan handoff ke sel dengan sinyal pilot terkuat. Dengan memanfaatkan sifat ini maka apabila user aktif pada suatu sel melewati kapasitas normal sel, Base Station menurunkan secara bertahap sinyal pilotnya. Apabila sel sekitarnya memberikan sinyal pilot yang lebih besar maka user aktif yang terletak pada perbatasan sel akan mengalami handoff. Dengan demikian telah terjadi pengalihan user dari sel yang lebih padat ke sel yang lebih jarang user aktifnya.
4.2.1.1 Tampilan Program
Tampilan awal program simulasi adalah seperti gambar 4.1 dibawah.
Tampilan program simulasi ini terdiri dari beberapa bagian, yaitu :
Untuk menjalankan program simulasi ini, click tombol Start. Setelah program aktif maka akan tampak perubahan pada bentuk sel dimana sel dapat mengembang dan menciut. Pada kotak pesan akan tampil proses yang terjadi pada tiap-tiap sel. Apabila kotak pesan telah penuh maka penekanan tombol Clear akan menghapus pesan yang sudah ada .
Pada program ini terdapat form untuk mengatur parameter program simulasi. Form tersebut ditunjukkan pada gambar 4.2.

Parameter yang bisa diatur antara lain :
Hasil dari program simulasi ini disajikan dalam bentuk tabel seperti gambar 4.3. Untuk menampilkan tabel dapat dilakukan dengan menekan icon tabel atau dari pop up menu dengan click kanan dan pilih tabel.
Dalam tabel tersebut terdapat hasil perhitungan, yaitu:
Pada tabel tersebut juga terdapat kontrol program yaitu pengaturan sinyal pilot dan keacakan user. Apabila checkbox pilot diaktifkan maka pengaturan sinyal pilot pada sel tersebut menjadi aktif. Sedangkan untuk mengatur keacakan user pada suatu sel, dapat dilakukan dengan memberikan checkbox pada sel tersebut.
4.2.1.2 Contoh Simulasi
Untuk menjalankan program simulasi ini diperlukan langkah-langkah berikut:
Setelah semua nilai tersebut diketik, kemudian tekan tombol OK. Setelah itu form parameter akan hilang dan simulasi mulai aktif.
Hasil Simulasi
Setelah program dijalankan dimana pengaturan sinyal pilot diaktifkan dan pertambahn user secara acak pada semua sel maka didapatkan hasil seperti gambar 4.4 dan gambar 4.5.
Dari gambar 4.4 terlihat bahwa sel 2 mendapat 20 user baru dari 20 user yang sudah ada sebelumnya. Akibat penambahan user baru ini maka Base Station menurunkan sinyal pilotnya dari 40 dBm menjadi 36 dBm. Sebagai akibat dari turunnya sinyal pilot ini adalah menciutnya jari-jari sel menjadi 3,339 km (gambar 4.5).
Dari gambar 4.5 terlihat bahwa sel 1 dan sel 3 berada pada kondisi user yang normal sehingga tidak terjadi peristiwa breathing. Baik ukuran sel maupun sinyal pilot pada kedua sel ini tetap pada kondisi normalnya.
Analisa
Interferensi eksternal sel 4 relatif lebih besar dari sel lainnya sehingga kapasitas lebih kecil dibandingkan dengan yang lainnya. Hal ini disebabkan karena posisi sel 4 berada ditengah sehingga lebih banyak menerima interferensi dari sel tetangga.
Kapasitas sel berubah antara 30-33 user tergantung dari besarnya interferensi eksternal yang diterima oleh sel tersebut. Kapasitas sel rata-rata adalah 32 user dan akan sedikit mengalami penurunan apabila sel sekitarnya menjadi lebih padat. Perubahan kapasitas ini dipengaruhi oleh perubahan interferensi ekternal sel. Sesuai dengan rumus 2.8 maka apabila interferensi eksternal meningkat maka kapasitas sel akan berkurang.
Pengaturan sinyal pilot akan menaikkan nilai Eb/No sehingga kapasitas sel juga ikut naik. Hal ini sesuai dengan dasar teori yang ada. Apabila sinyal pilot diturunkan maka sistem power kontrol yang ada akan memerintahkan Mobile Unit untuk menaikkan daya pancarnya sehingga berdasarkan rumus 2.8, nilai Eb/No akan naik.
Eb/No terendah yang dicapai pada saat breathing adalah 5,88 dB. Nilai ini berada sedikit dibawah threshold yang diijinkan yaitu 6 dB. Hal ini disebabkan karena ketidakakuratan dalam perhitungan ekternal noise.
4.2.2 Perhitungan Sel Tunggal
Tujuan dari program ini adalah untuk menghitung perubahan yang terjadi pada suatu sel CDMA apabila user pada sel tersebut ditambah. Perubahan yang diamati adalah nilai Eb/No, jari-jari sel dan level sinyal pilot.
4.2.2.1 Tampilan Program
Tampilan program ini terdiri dari beberapa bagian, yaitu :
Tampilan program perhitungan sel tunggal ini ditunjukkan pada gambar 4.6.
4.2.2.2 Contoh Pelaksanaan Program
Untuk menjalankan program simulasi ini diperlukan langkah-langkah berikut:
Hasil
Setelah penambahan 8 user baru dari 20 user yang sudah ada maka nilai Eb/No sistem turun menjadi 6,83 dB. Sinya pilot turun dari 40 dBm menjadi 39,5 dBm, akibatnya jari-jari sel berkurang menjadi 4,34 km. Pilot minimum yang dijinkan adalah 36,99 dBm sedangkan jari-jari sel minimum adalah 3,58 km.
Analisa
Penambahan user baru akan menurunkan nilai Eb/No. Hal ini sesuai dengan teori bahwa bertambahnya user aktif akan meningkatkan interferensi internal yang terjadi pada sel tersebut. Sinyal pilot mulai diturunkan setelah ditambah 7 user baru. Penurunan sinyal pilot akan berpengaruh langsung pada cakupan sel. Pada saat sinyal pilot diturunkan maka cakupan sel akan menurun pula. Hal ini disebabkan karena turunnya sinyal pilot akan memaksa user untuk menaikkan daya pancarnya. Menurunkan sinyal pilot berarti memperbesar kemungkinan terjadinya handoff user yang terletak di perbatasan sel. Dengan demikian maka Eb/No sel tersebut menjadi lebih besar.
Sinyal pilot mencapai level minimum saat terjadi penambahan 14 user baru. Apabila user baru melebihi 14 maka hanya 14 user yang diterima untuk mengadakan komunikasi sedangkan sisanya ditolak. Hal ini terjadi karena setelah penambahan 14 user nilai Eb/No turun dibawah 6 dB oleh karena itu pilot Base Station akan diturunkan sampai batas minimalnya.
4.3 Program Pelengkap
4.3.1 Kapasitas Sel
Tujuan dari program ini adalah untuk menghitung kapasitas sel CDMA. Kapasitas sel dihitung dengan asumsi power kontrol sempurna sehingga kapasitas sel menjadi :
..................(4.1)
dimana
N = Kapasitas sel
v = Voice Activity
W = Bandwidth
R = Bit rate
f = frequency reuse efficiency
Eb/No = Energi bit pernoise ( Arthur H. M. Ross, 1996)
4.3.1.1 Tampilan Program
Tampilan program perhitungan kapasitas sel CDMA tersebut ditunjukkan pada gambar 4.8. Tampilan program ini terdiri dari 3 bagian , yaitu:
Untuk menjalankan program ini diperlukan langkah-langkah berikut:
Hasil
Kapasitas sel CDMA sesuai dengan langkah 4 diatas adalah 32 user. Hal ini ditunjukkan pada gambar 4.8. Sedangkan apabila memperhitungkan ketiga faktor,yaitu: Voice activity, Sektorisasi sel, efesiensi frekuensi reuse didapat hasil 130 user, seperti ditunjukkan pada gambar 4.9.
Analisa
Sesuai dengan rumus (4.1) diatas maka kapasitas CDMA dipengaruhi oleh voice activity. Kapasitas sel akan meningkat bila memperhitungkan Voice activity. Nilai dari Voice activity adalah 0,5 sehingga kapasitas meningkat 2 kali lipat menjadi 64 kanal pembicaraan. Sedangkan frequency reuse efficiency bersifat menurunkan kapasitas. Nilai frekuensi reuse efficiency adalah 2/3. Nilai ini merupakan perbandingan dari interferensi eksternal dengan interferensi internal sel. Jadi Kapasitas total sel CDMA dengan sektorisasi 1200 bila memperhitungkan faktor-faktor diatas adalah 130 user persel. Hasil ini sesuai dengan hasil perhitungan menurut Arthur H.M. Ross yaitu 128 user (Jerry D. Gibson,1996).
Secara umum hasil program menunjukkan bahwa kapasitas sel akan semakin menurun bila Eb/No yang diijinkan lebih besar dan akan naik bila bila Eb/No yang diijinkan lebih rendah. Bitrate berbanding terbalik dengan kapasitas CDMA sedangkan bandwidth berbanding lurus dengan kapasitas sel CDMA. Jadi bila bandwidth diperlebar maka kapasitas sel akan meningkat pula.
4.3.2 Power Kontrol Reverse Link
Tujuan program ini mensimulasikan power kontrol open loop reverse link yaitu dari user menuju Base Station. Input program ini adalah jarak Mobile Unit dengan Base Station.
Posisi cursor menentukan jarak Mobile Unit dengan Base station Berdasarkan jarak ini dihitung redaman propagasi dengan rumus (2.1) dan rumus (2.2). Dengan mengetahui besarnya redaman propagasi maka didapat kuat sinyal pilot yang diterima Mobile Unit sebesar :
Rx = Tx BS – PL .........................(4.2)
dimana:
Rx = level sinyal pilot yang diterima oleh Mobile Unit (dBm)
TxBS = daya pilot sinyal Base Station (dBm)
PL = besarnya path loss (dB)
Berdasarkan hasil diatas maka daya pancar Mobile Unit dapat dihitung dengan rumus (2.3).
4.3.2.1 Tampilan Program
Tampilan program ini terdiri dari beberapa bagian , yaitu:
Tabel hasil perhitungan terdiri dari beberapa bagian , yaitu :
Tampilan program simulasi power kontrol ini ditunjukkan pada gambar 4.10.
Program ini memerlukan beberapa masukan parameter yang dapat ditampilkan dengan memilih Parameter dari menu utama. Tampilan form parameter ini ditunjukkan pada gambar 4.11. Parameter ini terdiri dari:
4.3.2.1 Contoh Pelaksanaan Program
Untuk menjalankan program simulasi ini diperlukan langkah-langkah berikut:
Setelah semua masukan lengkap, tekanlah tombol OK.
Hasil
Untuk jarak Mobile Unit 9,308 km dari Base Station diperlukan daya pancar 20,069 dBm. Sedangkan untuk jarak Mobile Unit 5,371 km diperlukan daya pancar sebesar 12,522 dBm. Mobile Unit mulai kehabisan daya pancar pada jarak 11,551 km dari Base Station.
Analisa
Hasil dari program menunjukkan bahwa semakin jauh suatu Mobile Unit dari Base Station maka daya pancar yang diperlukan semakin besar hal ini untuk mengimbangi besarnya path loss yang terjadi. Dengan demikian maka Base Station akan menerima kuat sinyal yang sama dari setiap Mobile Unit yang aktif.
4.3.3 Konversi
Program bantu ini berfungsi melakukan konversi dari besaran-besaran berikut :
4.3.3.1 Tampilan Program
Konversi ini bisa ditampilkan dengan memilih menu tool. Tampilan program konversi ditunjukkan pada gambar 4.12.
Program ini terdiri dari 3 bagian yaitu:
4.3.3.2 Contoh Pelaksanaan Program
Dengan memberikan input 20 maka didapat hasil sebagai berikut :
Hasil yang didapat dari program sesuai dengan rumus yang ada.